50 tahun Uni Eropa
Usia Uni Eropa (UE) pada tahun 2007 memasuki separuh baya. Dan biasanya, seseorang dengan usia yang sudah setengah abad itu tentunya harus merefleksi diri, semakin bijak dan dewasa. Tapi apakah itu yang dialami oleh UE?Sebanyak 27 kepala negara/pemerintahan berkumpul di Berlin tanggal 24 – 25 Maret 2007 untuk memberikan panduan dan visi mereka tentang apa yang akan dilakukan UE setidaknya 50 tahun ke depan.
Berawal dari kerjasama besi dan batubara antar 6 negara, Belgia, Belanda, Luxemburg (negara Benelux), Jerman Italia, Perancis, UE berkembang menjadi 27 negara dengan masuknya Rumania dan Bulgaria pada tanggal 1 Januari 2007. Tentunya, UE masih membuka diri untuk perluasan di tahun-tahun mendatang, seperti Macedonia dan negara-negara Balkan lainnya. Dan tentu saja Turki, walaupun proses aksesinya sampai sekarang belum dapat dipastikan menyusul dibekukannya delapan bab negosiasi.
Perkembangan UE bukannya tanpa masalah. Kontroversi terakhir dalam UE adalah kemandekan Konstitusi Eropa yang pada tahun 2005 diveto oleh Belanda dan Perancis. Konstitusi Eropa diperlukan karena traktat yang sekarang dipakai (Treaty of Nice) tidak lagi efektif mengingat jumlah negara UE sudah terlalu banyak sehingga memperlambat pengambilan keputusan dalam institusi-institusi UE. Treaty of Nice tidak dirancang untuk digunakan untuk 27 negara.
Namun, seandainyapun konstitusi Eropa diratifikasi oleh 27 negara UE, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi pertanyaan banyak orang, setidaknya masyarakat Eropa. Masyarakat UE tidak merasakan manfaat langsung dari adanya institusi-institusi UE karena kurangnya hasil-hasil kongkrit. Masyarakat UE merasa jauh dari kebijakan-kebijakan yang diformulasikan dan diputuskan di Brussel. UE terlalu bernafsu dengan reformasi institusi sehingga tidak melihat bahwa ada yang lebih penting untuk dijadikan prioritas, seperti misalnya, peningkatan perekonomian negara anggota UE.
Terlepas dari itu, sebenarnya masyarakat UE sudah mengalami peningkatan kualitas hidup jika dibandingkan dengan komunitas masyarakat di benua lainnya. Di Eropa, orang bebas berpergian dalam negara schengen dan bebas belanja dengan mata uang tunggal, Euro. Masyarakat UE lebih sejahtera daripada masyarakat di negara lain dan yang paling penting, tidak ada perang di dalam wilayah UE sejak Perang Dunia ke II.
Paling tidak, apa yang disebut di atas merupakan sebuah prestasi yang patus dibanggakan. Dengan 27 negara anggota, tentunya akan sangat sulit membuat keputusan, namun UE membuktikan bahwa dengan kemauan yang keras dan untuk kemajuan bersama, apa yang mereka inginkan dapat tercapai.
Selamat ulang tahun Uni Eropa!
© Herbhayu
Tulisannya di dalam blog ini adalah opininya sendiri dan tidak mewakili opini pihak manapun. Tulisan dapat direpublikasi hanya dengan izin penulis.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home