Monday, March 27, 2006

Closer to the Future: Optical Broadband

Closer to the Future: Optical Broadband

Merujuk tulisan B.J. Lee dalam Newsweek, Maret 27 2006, dengan judul Coming Soon: The Superfast Internet, saya tertarik salah satu pernyataannya yang mengatakan bahwa teknologi pita lebar optik (optical broadband) yang sudah mulai dipasarkan di Korea Selatan dan Jepang, memiliki kecepatan 100 megabits/detik atau 20 kali lebih cepat daripada pita lebar biasa. Itu berarti 12,5 megabytes/detik. (1 byte = 8 bit). Kalau itu belum membuat Anda paham, pita lebar optik membuat sebuah film berdurasi 2 jam dapat didownload hanya dalam waktu 6 menit!

Tentu saja berkat teknologi optik, berjelajah di internet menjadi super cepat dan saat harus mendownload gambar, video clip atau file berukuran besar menjadi tak terasa. Tetapi optik pita lebar juga membuat masalah baru, salah satunya masalah copyright, karena mendownload lagu atau film menjadi tanpa kendala. Hal ini tentunya akan membuat industri film dan musik (ingat kasus Napster atau Kazaa) kembali resah karena film dan lagu akan “berpindah tangan” secepat copy-and-paste di Microsoft Word. Nah, babak baru bajak-membajak dan film akan memasuki era baru di Internet.

Terlepas dari itu, ada satu hal kesimpulan menarik: di masa depan, kita tidak perlu mempunyai gadget TI yang memiliki harddisk besar untuk memuat lagu dan musik. Saya terbayang orang akan memiliki sebuah pemutar digital yang hanya berkapasitas 4GB (cukup untuk satu film berdurasi 2 jam), namun memiliki koneksi pita lebar optik. Pemutar digital tersebut tersambung dengan service/content provider yang mempunyai daftar musik dan lagu dari seluruh dunia. Dengan membayar iuran bulanan, pengguna dapat memilih satu judul film, tunggu 6 menit, dan film siap dinikmati! Setelah film selesai ditonton, maka film tersebut akan otomatis dihilangkan dari harddisk dan siap untuk diisi dengan film berikutnya. Hal yang sama juga dapat dilakukan dengan musik. Tidak mustahil bukan?

---------------------------------------------------------------

© Herbhayu

Tulisannya di dalam blog ini adalah opininya sendiri dan tidak mewakili opini pihak manapun. Tulisan dapat direpublikasi hanya dengan izin penulis.

1 Comments:

At 5:15 PM, Anonymous Anonymous said...

Tanpa medium bajak optikal saja, masalah hak cipta di tanah air sudah susah. Bisa-bisa kita menjadi tempat subur pembajakan global... Ya nggak sih?

 

Post a Comment

<< Home